Perkembangan Digital Marketing di Indonesia
Seiring dengan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, digital marketing pun ikut berkembang dengan pesat. Kita masih ingat di era akhir 90an dan awal tahun 2000an trend yang berkembang saat itu adalah blogging.
Dan salah satu tokoh paling terkenal di masa itu adalah Anne Ahira. Meskipun sempat menjadi kontroversial dengan issue penipuan, nyatanya Anne Ahira mampu membangun sekolah internet marketing online yang diberi nama AsianBrain.com.
Bahkan di tahun 2007, Anne Ahira diundang pemerintah untuk mewakili Indonesia sebagai pembicara dalam forum APEC.
Berlanjut ke tahun 2007an dst, social media dan chatting online semakin berkembang. Pada masa itu media chat populer adalah mIRC dan Yahoo messenger. Tidak ketinggalan social media seperti Friendster, Facebook hingga Twitter semakin meramaikan jagat maya.
Digital marketing pun turut berkembang ketika pengguna social media meningkat cukup tajam. Para penyedia social media meluncurkan layanan beriklan seperti facebook ads dan twitter ads. Pada kondisi ini disruptive technology pun berjalan. Kejayaan televisi dan radio sebagai pusat perhatian kita semua semakin tergeser.
Dan tercatat pada Januari 2019, Social Media Ads Audiences memiliki jumlah yang tinggi. Facebook menempati urutan pertama dengan 130 juta ads audiences, disusul instagram dengan 62 juta ads audiences.
Berkaca dari kondisi ini, selalu ada potensi dan tantangan di depan mata. Dimana potensi pertumbuhan digital marketing memang sangat tinggi jika melihat jumlah audiences yang luar biasa ini. Namun di sisi lain, makin tinggi pula kompetisi atau persaingan digital marketing menjadikan audiences semakin jenuh dengan iklan yang “itu-itu saja”. Solusinya adalah konten dan strategi kreatif-lah yang akan membedakan kesuksesan dari aktivitas digital marketing di Indonesia.